Prinsip-Prinsip Demokrasi John Rawls

( 0 out of 5 )
Rp35.000

PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI JOHN RAWLS. Tahun 1998, salah satu sastrawan terkenal Indonesia, Taufiq Ismail, menulis puisi berjudul Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia. Salah satu penggalan puisinya yang bernada kritik tajam berbunyi: “Langit-langitku berserak-serak. Hukum tak tegak, doyong berderak-derak…”

Hemat penulis, baik judul maupun isi puisi ini menggambarkan refleksi mendalam mengenai Indonesia yang kala itu dirundung ketidakadilan, kebohongan, kemunafikan, kekerasan, dan kenyataan getir lainnya.

Dalam situasi demikian, pemikiran John Rawls menghadirkan sumbangan penting: kebebasan yang setara merupakan syarat utama apabila keadilan hendak ditegakkan. Keadilan, menurut Rawls, bukan hanya tentang kebebasan otoritas yang berkuasa, tetapi juga kebebasan rakyat untuk mengontrol dan mengevaluasi kinerja para penguasa.

Berangkat dari kesadaran Rawls akan pentingnya kebebasan setara untuk menegakkan keadilan, penulis terdorong untuk menelusuri “harta karun” pemikiran Rawls lebih jauh. Buku ini pada dasarnya membuka pintu menuju pemahaman yang memadai mengenai konsep kebebasan yang oleh masyarakat demokratis dan para pemikir liberal dianggap sebagai unsur penting dalam menopang keadilan.

-
+
Add to Wishlist
Add to Wishlist
Add to Wishlist
Add to Wishlist
Category :

Description

PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI JOHN RAWLS. Tahun 1998, salah satu sastrawan terkenal Indonesia, Taufiq Ismail, menulis puisi berjudul Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia. Salah satu penggalan puisinya yang bernada kritik tajam berbunyi: “Langit-langitku berserak-serak. Hukum tak tegak, doyong berderak-derak…”

Hemat penulis, baik judul maupun isi puisi ini menggambarkan refleksi mendalam mengenai Indonesia yang kala itu dirundung ketidakadilan, kebohongan, kemunafikan, kekerasan, dan kenyataan getir lainnya.

Dalam situasi demikian, pemikiran John Rawls menghadirkan sumbangan penting: kebebasan yang setara merupakan syarat utama apabila keadilan hendak ditegakkan. Keadilan, menurut Rawls, bukan hanya tentang kebebasan otoritas yang berkuasa, tetapi juga kebebasan rakyat untuk mengontrol dan mengevaluasi kinerja para penguasa.

Berangkat dari kesadaran Rawls akan pentingnya kebebasan setara untuk menegakkan keadilan, penulis terdorong untuk menelusuri “harta karun” pemikiran Rawls lebih jauh. Buku ini pada dasarnya membuka pintu menuju pemahaman yang memadai mengenai konsep kebebasan yang oleh masyarakat demokratis dan para pemikir liberal dianggap sebagai unsur penting dalam menopang keadilan.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Prinsip-Prinsip Demokrasi John Rawls”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *